Keterampilan Mengelola Kelas

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Guru merupakan sosok yang menjadi panutan bagi muridnya, begitulah filsafah yang sering kita dengar. Peranan guru sangat menentukan karena kedudukannya sebagai pemimpin pendidikan diantara murid-murid suatu kelas. Secara etimologi atau arti sempit guru yang berkewajiban mewujudkan suatu program kelas adalah orang yang kerjanya mengajar atau memberikan pelajaran di sekolah atau kelas. Sedangkan secara lebih luas guru berarti orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab dalam membantu anak-anak untuk mencapai kedewasaan masing-masing dalam berpikir dan bertindak. Guru dalam pengertian terakhir bukan sekedar orang yang berdiri di depan kelas saja untuk menyampaikan materi dan pengetahuan tertentu, akan tetapi guru juga merupakan anggota masyarakat yang harus ikut aktif dan berjiwa bebas serta kreatif dalam mengarahkan perkembangan anak didiknya menuju sebuah cita-cita luhur mereka. Untuk mencapai hal tersebut maka dibutuhkan keterampilan-keterampilan dasar seorang guru dalam mengajar. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki seorang guru adalah keterampilan mengelola kelas.

Pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar agar tercapai kondisi optimal sehingga kegiatan proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan efektif dan efesien. Di dalam belajar mengajar, kelas merupakan tempat yang mempunyai ciri khas yang digunakan untuk belajar. Belajar memerlukan konsentrasi, oleh karena itu perlu menciptakan suasana kelas yang dapat menunjang kegiatan belajar yang afektif. Adapun tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak di dalam kelas dapat belajar dengan tertib sehingga tujuan pengajaran dicapai secara efektif dan efesien.

Guru sangat berperan dalam pengelolaan kelas, apabila guru terampil mengelola kelasnya dengan baik maka akan mudah bagi guru untuk mencapai tujuan yang telah yang dirumuskan. Kelas yang efektif mewujudkan bahwa guru-guru dapat berdampak pada tingkah laku dan hasil belajar siswa. Untuk itu guru membuat perencanaan pengelolaan dan pengajaran dengan cara tertentu agar siswa berhasil dan mencapai tujuan pengajaran.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Apakah yang dimaksud dengan keterampilan mengelola kelas?
2. Apa tujuan dari pengelolaan kelas?
3. Apa saja prinsip-prinsip keterampilan mengelola kelas?
4. Apa saja komponen keterampilan mengelola kelas?
5. Bagaimana pendekatan dalam pengelolaan kelas?
6. Bagaimana peran guru dalam pengelolaan kelas?
7. Apa kelebihan dan kekurangan dalam pengelolaan kelas?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui dan memahami pengertian dari keterampilan mengelola kelas
2. Untuk mengetahui dan memahami tujuan dari pengelolaan kelas
3. Untuk mengetahui dan memahami prinsip-prinsip keterampilan mengelola kelas
4. Untuk mengetahui dan memahami komponen keterampilan mengelola kelas
5. Untuk mengetahui dan memahami pendekatan dalam pengelolaan kelas
6. Untuk mengetahui dan memahami peran guru dalam pengelolaan kelas
7. Untuk mengetahui dan memahami kelebihan dan kekurangan dalam pengelolaan kelas.



BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Keterampilan Mengelola Kelas
Menurut Bahasa “keterampilan” artinya kecakapan untuk menyelesaikan tugas.1 Sedangkan menurut istilah ”keterampilan” adalah sekumpulan pengetahuan dan kemampuan yang harus dikuasai. Kemudian ”mengelola” menurut bahasa artinya mengendalikan, menyelenggarakan, mengurus, menjalankan. Menurut istilah ”mengelola” adalah penciptaan suatu kondisi yang memungkinkan belajar siswa menjadi optimal.

Seorang guru yang berhasil dalam mengajar bukan saja ditentukan oleh hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar, seperti perumusan tujuan secara tepat dan jelas, pemilihan pengajar, penguasaan materi yang memadai, pemilihan metode mengajar yang tepat, serta lengkapnya sumber belajar. Tetapi ada juga hal-hal yang menentukan keberhasilan seorang guru seperti kemampuan guru dalam mencegah timbulnya tingkah laku siswa yang mengganggu berlangsungnya kegiatan belajar mengajar serta keterampilan guru dalam mengelolanya.

Keterampilan mengelola kelas merupakan kecakapan atau kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, yaitu mampu mengkoordinir kegiatan belajar mengajar yang optimal bagi siswa serta dapat mengkondisikan jika terjadi gangguan saat proses pembelajaran. Kurangnya pengalaman mengajar, menyebabkan kurang terampilnya guru dalam mengelola kelas, sehingga membutuhkan perbaikan pada beberapa aspek yaitu memberi teguran kepada siswa, memberi penguatan, dan mengatasi tingkah laku siswa yang menyebabkan masalah.

Keterampilan Mengelola Kelas

Jadi keterampilan mengelola kelas adalah merupakan kemampuan atau kecakapan guru dalam menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal serta guru mampu mengembalikannya bila terjadi masalah dan gangguan dalam proses belajar mengajar. Dalam artian, kegiatan-kegiatan untuk memelihara kondisi belajar yang optimal dan mempertahankan kondisi belajar apabila terjadi suatu gangguan dan masalah ketika proses belajar mengajar berlangsung. Adapun yang termasuk ke dalam hal ini, seperti halnya penghentian tingkah laku siswa yang menyelewengkan perhatian kelas, memberikan ganjaran bagi siswa yang tidak menepati waktu yang telah disepakati.

B. Tujuan Pengelolaan Kelas
Menurut Ahmad (1995:2), tujuan pengelolaan kelas adalah sebagai berikut:
1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar.
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta peralatan belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
Tujuan pengelolaan kelas menurut Sudirman (dalam Djamarah 2006:170) pada hakikatnya terkandung dalam tujuan pendidikan. Tujuan pengelolaan kelas adalah:
1. Penyediaan fasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas.
2. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja.
3. Terciptanya suasana yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada siswa.
 
Sedangkan Arikunto (dalam Djamarah 2006:178) berpendapat bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.

C. Prinsip-prinsip Keterampilan Mengelola Kelas
Dalam melaksanakan komponen keterampilan pengelolaan kelas, perlu diperhatikan pinsip-prinsip dasar pengelolaan kelas sebagai berikut:
1. Kehangatan dan Keantusiasan
Kehangatan dan keantusiasan guru dapat memudahkan terciptanya iklim kelas yang menyenangkan sehingga dapat mewujudkan kegiatan belajar yang optimal. Guru yang bersikap hangat dan akrab serta secara ajek menunjukkan antusiasmenya terhadap tugas-tugas, kegiatan-kegiatan, atau siswanya akan lebih mudah melaksanakan komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas.

2. Tantangan
Penggunaan kata-kata, tindakan, atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang. Selain itu perhatian dan minat siswa akan tetap terpelihara. Diusahakan, saat guru memberi tantangan, soal dimulai dari yang mudah dan semua siswa bisa menjawab sebagai motivasi untuk menjawab selanjutnya.

3. Bervariasi
Dalam penelitiannya Sadikin, dkk. (2018: 52), menuturkan bahwa salah satu hal yang dapat dilakukan pendidik untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menciptakan kondisi belajar yang menarik dan menggunakan variasi assesment. Penggunaan variasi dalam media, gaya dan interaksi belajar mengajar merupakan kunci pengelolaan kelas untuk menghindari kejenuhan serta pengulangan aktivitas yang menyebabkan menurunnya kegiatan belajar dan tingkah laku positif siswa. Jika terdapat banyak variasi maka kejenuhan akan berkurang dan siswa akan cenderung meningkatkan keterlibatannya dalam tugas dan tidak akan menunggu temannya.
 
4. Keluwesan
Selama proses belajar mengajar, terdapat kemungkinan munculnya gangguan-gangguan dari siswa. Untuk mencegah gangguan tersebut diperlukan keluwesan tingkah laku guru untuk dapat merubah strategi mengajarnya dengan memanipulasi berbagai komponen keterampilan mengajar yang lain.

5. Penekanan pada Hal-hal yang Positif
Cara guru memelihara suasana yang positif diantaranya adalah dengan memberi aksentuasi terhadap tingkah laku siswa yang positif dan menghindari celaan terhadap tingkah laku yang kurang wajar dan menyadari akan kemungkinan kesalahan yang dapat dibuatnya sehingga akan mengganggu kelancaran dan kecepatan belajar siswa. Dalam pelaksanaan kurikulum 2013, salah satu tanggungjawab guru dalam mengajar adalah mengubah perspektif belajar berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. Dengan menerapkan belajar yang berpusat pada siswa akan melahirkan kemampuan berpikir kritis pada siswa,6 dan secara tidak langsung juga dapat memindahkan fokus siswa yang biasanya melakukan kegaduhan, menjadi aktif dalam hal-hal positif misalnya ketika berdiskusi dan presentasi.

6. Penanaman Disiplin Diri
Siswa dapat mengembangkan diri sendiri merupakan tujuan akhir dari pengelolaan kelas. Untuk mencapai tujuan ini guru harus selalu mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri sendiri. Hal ini akan lebih berhasil jika guru sendiri menjadi contoh atau teladan tentang pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab.

D. Komponen Keterampilan Mengelola Kelas
Komponen-komponen dalam pengelolaan kelas, sebagai berikut:
1. Preventif, yaitu keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal, seperti:
a. Menunjukan sikap tanggap, keterampilan ini menggambarkan tingkah laku guru yang telah memperhatikan siswanya sehingga siswa merasa bahwa guru hadir bersama mereka. Cara yang dilakukan dalam menunjukkan sikap tanggap ini dengan cara memandang secara seksama, gerak mendekati, memberikan pernyataan, memberikan reaksi terhadap gangguan atau ketak-acuhan siswa.
b. Memberikan perhatian, pengelolaan kelas yang efektif terjadi bila guru mampu membagi perhatiannya kepada beberapa kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama. Cara yang digunakan dalam membagi perhatian yaitu melalui visual dan verbal.
c. Memusatkan perhatian kelompok, seorang guru harus mampu memusatkan kelompok terhadap tugas-tugas yang diberikan sehingga siswa tetap terlibat dalam kegiatan belajar. Cara yang dilakukan yaitu dengan menyiagakan siswa atau memusatkan pada suatu topik dan menuntut tanggung jawab siswa untuk memperagakan alat atau melaporkan hasil diskusi.
d. Memberikan petunjuk yang jelas, petunjuk yang jelas sangat diperlukan oleh siswa sehingga siswa tidak mengalami kebingungan dalam mengerjakan tugas atau perintah.
e. Menegur siswa bila melakukan tindakan menyimpang, siswa yang telah mengganggu proses pembelajaran dapat diberi teguran. Teguran harus tegas dan jelas namun menghindari perkataan kasar atau menghina. Namun teguran ini dapat disepakati bentuknya saat membuat aturan-aturan tertentu antara siswa dan guru. Guru harus lebih berhati-hati dalam menasehati siswa terhadap kelas maupun perorangan.
f. Memberikan penguatan, segala tingkah laku hendaknya diberi penguatan baik itu penguatan positif maupun negatif dan teguran pada perilaku siswa yang telah menyimpang.

2. Represif, yaitu keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal, yaitu berkaitan dengan respon guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat melakukan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Guru dapat menggunakan strategi:
a. Modifikasi tingkah laku, guru hendaknya menganalisis tingkah laku siswa yang mengalami masalah/ kesulitan dan berusaha memodifikasi tingkah laku tersebut dengan mengaplikasikan pemberian penguatan secara sistematis.
b. Guru menggunakan pendekatan pemecahan masalah kelompok dengan cara memperlancar tugas-tugas melalui kerjasama di antara siswa dan memelihara kegiatan-kegiatan kelompok.
c. Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah. Disamping dua keterampilan pengelolaan kelas tersebut, guru perlu memperhatikan perihal lainnya seperti, menghindari campur tangan yang berlebihan, menghentikan penjelasan tanpa alasan, ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan, penyimpangan, dan sikap yang terlalu bertele-tele.

E. Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas
Penelitian Ali Sadikin dan Nasrul Hakim mengenai “Penerapan buku ajar dasar-dasar dan proses pembelajaran biologi berbantuan model pembelajaran “Everyone is A Teacher Here” menunjukan hasil bahwa tindakan kelas tersebut mampu meningkatkan keterampilan dasar mengajar mahasiswa, termasuk di dalamnya keterampilan mengelola kelas. Artinya untuk meningkatkan keterampilan mengajar mahasiswa dapat dibantu oleh model pembelajar yang tepat.9 Selain itu orang guru harus mendalami kerangka acuan pendekatan- pendekatan kelas sebagai pekerja profesional, sebab di dalam penggunaan pendekatan tersebut harus terlebih dahulu yakin bahwa pendekatan yang dipilih oleh guru merupakan alternatif yang baik untuk menangani kasus pengelolaan kelas sesuai dengan masalahnya. Apabila alternatif yang dipilih oleh guru tidak memberikan hasil yang memadai, maka guru masih bisa melakukan analisa kembali terhadap pendekatan yang digunakan tersebut.

Adapun pendekatan dalam pengelolaan kelas ini antara lain:
1. Pendekatan Modifikasi Perilaku
Pendekatan modifikasi perilaku bertolak dari psikologi beharival yang mengemukakan asumsi bahwa semua tingkah laku yang baik maupun yang tidak baik merupakan hasil proses belajar untuk membina tingkah laku siswa yang dikehendaki guru harus memberi penguatan positif (memberi stimulus positif sebagai pengajaran) dan penguatan negatif (memberi stimulus negetif sebagai hukuman). Sedangkan untuk mengurangi tingkah laku yang tidak dikehendaki guru menggunakan hukuman (stimulus negetif).

2. Pendekatan Iklim Sosial Emosional
Pendekatan ini bertolak dari psikologis klinis dan konseling dengan anggapan bahwa kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efesien mempersyaratkan hubungan sosial emosional yang baik antara guru dengan siswa. Untuk menciptakan hubungan yang baik antara guru dengan siswa, guru menerapkan sikap-sikap seperti sikap terbuka, sikap menerima dan menghargai siswa sebagai manusia, sikap empati, dan sikap demokratis.

3. Pendekatan Proses Kelompok
Pendekatan ini bertolak dari psikologi sosial dan dinamika kelompok dengan asumsi bahwa kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efesien berlangsung dalam konteks kelompok, yaitu kelompok kelas. Jadi peran guru dalam rangka mengelola adalah menciptakan kelompok kelas yang mempunyai ikatan kuat serta dapat bekerja secara efektif dan efesien. Ada beberapa unsur yang diperlukan guna mengikat kerumunan siswa menjadi satu kelompok yang mempunyai ikatan yang kuat, yakni tujuan kelompok (guru mengarahkan siswa pada tujuan kelas yaitu tujuan pengajaran), aturan (membuat aturan bersama antara guru dengan siswa), pemimpin (guru dengan sendirinya menjadi pemimpin siswa juga bisa menjadi pemimpin yang mengarahkan kelompok pada tujuan-tujuan yang telah ditetapkan).

Dalam usaha mengelola kelas secara efektif ada sejumlah kekeliruan yang harus dihindari oleh guru, yaitu sebagai berikut.
1. Campur Tangan Yang Berlebihan (Teachers Instruction)
Apabila guru menyela kegiatan yang sedang asyik berlangsung dengan komentar, pertanyaan, atau petunjuk yang mendadak, kegiatan itu akan terganggu atau terputus. Hal ini akan memberi kesan kepada siswa bahwa guru tidak memperhatikan keterlibatan dan kebutuhan anak. Ia hanya ingin memuaskan kehendak sendiri.
2. Kelenyapan (Fade Away)
Hal ini terjadi jika guru gagal secara tepat melengkapi suatu instruksi, penjelasan, petunjuk, atau komentar, dan kemudian menghentikan penjelasan atau sajian tanpa alasan yang jelas. Juga dapat terjadi dalam bentukwaktu diam yang terlalu lama, kehilangan akal, atau melupakan langkah-langkah dalam pelajaran. Akibatnya ialah membiarkan pikiran siswa mengawang- ngawang, melantur, dan mengganggu keefektifan serta kelancaran pelajaran.
3. Ketidaktepatan Memulai dan Mengakhiri Kegiatan (Stops and Starts)
Hal ini dapat terjadi bila guru memulai suatu aktivitas tanpa mengakhiri aktivitas sebelumnya menghentikan kegiatan pertama, memulai yang kedua, kemudian kembali kepada kegiatan yang pertama lagi. Dengan demikian guru tidak dapat mengendalikan
4. Penyimpangan (Digression)
Akibat guru terlalu asyik dalam suatu kegiatan atau bahan tertentu memungkinkan ia dapat menyimpang. Penyimpangan tersebut dapat mengganggu kelancaran kegiatan kelancaran kegiatan belajar siswa.
5. Bertele-tele (Overdwelling)
Kesalahan ini terjadi bila pembicaraan guru bersifat megulang-ulang hal-hal tertentu, memperpanjang keterangan atau penjelasan, mengubah teguran yang sederhana menjadi ocehan atau kupasan yang panjang.

F. Peran Guru dalam Pengelolaan Kelas
Secara umum peran guru dalam mengelola kelas yaitu:
1. Mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu terhadap lingkungannya.
2. Membangun pemahaman siswa agar mengerti dan menyesuaikan tingkah lakunya dengan tata tertib kelas.
3. Menimbulkan rasa berkewajiban melibatkan diri dalam tugas serta tingkah laku yang sesuai dengan aktivitas kelas.
Menurut Darmadi (2010: 6-7) ada beberapa peran guru dalam pengelolaan kelas yaitu:
1. Memelihara lingkungan fisik kelas
2. Mengarahkan atau membimbing proses intelektual dan sosial siswa dalam kelas
3. Mampu memimpin kegiatan pembelajaran yang efektif dan efesien.

Dalam mengelola kelas sering ditemui kendala-kendala yang dapat menghambat terjadinya proses pembelajaran yang efesien dan efektif. Untuk menciptakan proses pembelajaran yang kondusif selain menerapkan prinsip- prinsip pengelola juga kiat-kiat untuk mengatasi kendala tersebut yaitu:
1. Guru tidak boleh campur tangan yang berlebihan terhadap siswa.
2. Guru jangan sampai kehilangan konsentrasi yang dapat menimbulkan kesenyapan atau pembicaraan terhenti tiba-tiba.
3. Menghindari ketidaktepatan menandai dan mengakhiri suatu kegiatan atau guru harus tepat waktu
4. Guru harus dapat mengelola waktu karena berkaitan dengan disiplin diri siswa. 
5. Memberikan penjelasan yang jelas, sederhana, sistematis dan tidak bertele- tele.

Manajemen pembelajaran yang efektif dapat terwujud dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Menetapkan Aturan Kelas (Class Routine)
Kita mengetahui bahwa kebiasaan tiap siswa berbeda. Seorang guru tidak boleh menyalahkan atau membenci siswa karena kebiasaan mereka karena kebiasaan baik dan buruk diperoleh dari pengalaman di jenjang pendidikan sebelumnya dan lingkungan siswa berada. Sehingga untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik dengan melalui pemberian aturan saat proses pembelajaran terutama pada awal pertemuan pembelajaran sehingga terjadi kesepakatan antara siswa dan guru.
2. Memulai Kegiatan Tepat Waktu (Getting Started)
Dalam memulai suatu materi pembelajaran diperlukan ketepatan waktu bagi guru maupun siswa (masalah keterlambatan telah diatur pada saat menetapkan aturan kelas) sehingga pembelajaran efektif dan tidak ada waktu yang terbuang banyak.
3. Mengatur Pelajaran (Managing the Lesson)
Proses pembelajaran yang efektif, guru harus mengatur dan menjaga agar proses kegiatan berjalan lancar dan tidak mengalami gangguan atau hambatan. Guru harus mengoptimalkan keikutsertaan siswa, kesempatan melakukan, penggunaan peralatan, serta mengorganisir pembagian kelompok, tidak terlalu banyak ceramah sehingga siswa tidak jenuh.
4. Mengelompokkan Siswa (Grouping the Student)
Pada saat meembahas materi tertentu, diperlukan juga siswa harus berkelompok agar mereka dapat bekerja sama dan tidak individualis. Kadang- kadang diperlukan adanya ketua kelompok sehingga ketua tersebut dapat memanage dirinya sendiri dan teman-temannya.
5. Mengakhiri pelajaran (Ending the Lesson)
Pada akhir pelajaran diharapkan siswa memiliki kesan yang baik selama kegiatan berlangsung sehingga siswa selalu mengingat hal-hal yang berupa pengalaman selama kegiatan. Maka dari itu, seorang guru harus membuat klimaks naik pada saat pertemuan sehingga siswa berharap adanya kegiatan lanjut yang lebih menarik pada pertemuan berikutnya.

G. Kelebihan dan Kekurangan dalam Mengelola Kelas
Setiap keterampilan pasti ada kelebihan dan kekurangan. Kelebihan ini akan muncul jika seorang guru mampu membawa suasana dan terampil dalam mengelola kelas. Namun kekurangan atau kejelekan pengelolaan kelas ini akan muncul atau guru merasa kewalahan bila belum memahami langkah memahami keterampilan ini.
4. Kelebihan
a. Sangat efektif dalam pembelajaran
b. Siswa menjadi sangat nyaman bila ini sukses dilakukan
c. Menjadi pembelajaran yang nyaman
d. Siswa menjadi cepat menanggapi setiap pembelajaran yang ada

5. Kekurangan
a. Susah diterapkan
b. Biasanya hanya diterapkan pada tingkat SMP ke atas
c. Perlu menjaga wibawa dan cara bergaul guru
d. Senantiasa fokus pada kelas dan segala permasalahannya.


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan diantaranya yaitu sebagai berikut.
1. Keterampilan mengelola kelas merupakan kemampuan atau kecakapan guru dalam menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal serta guru mampu mengembalikannya bila terjadi masalah dan gangguan dalam proses belajar mengajar.
2. Tujuan pengelolaan kelas adalah mewujudkan situasi dan kondisi kelas, penyediaan fasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas, dan agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
3. Dalam melaksanakan komponen keterampilan pengelolaan kelas, perlu diperhatikan pinsip-prinsip dasar pengelolaan kelas. Prinsip-prinsip tersebut diantaranya yaitu kehangatan dan keantusiasan, tantangan, bervariasi, keluwesan, penekanan pada hal yang positif, dan penanaman disiplin diri.
4. Komponen-komponen dalam pengelolaan kelas ada dua yaitu preventif dan represif.
5. Ada beberapa pendekatan yang dilakukan dalam pengelolaan kelas diantaranya yaitu pendekatan modifikasi perilaku, pendekatan iklim sosial emosional, dan pendekatan proses kelompok.
6. Salah satu peran guru dalam pengelolaan kelas adalah mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu terhadap lingkungannya.
7. Adapun dalam penerapannya, keterampilan pengelolaan kelas memiliki kelebihan salah satunya yaitu sangat efektif dalam pembelajaran, dan juga memiliki kekurangan yaitu susah diterapkan.



DAFTAR PUSTAKA

Ali Imran. 1995. Pembinaan Guru di Indonesia. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya. Carolina, H. S., Sutanto, A., & Suseno, N. (2017). Pengembangan Buku Ajar
Perubahan Lingkungan Berbasis Model Search, Solve, Create, Share (SSCS) untuk Memberdayakan Kemampuan Berpikir Kritis. Didaktika Biologi, 1(2), 79–87.

Ellynady. “Keterampilan Mengelola Kelas.” Dalam http://elinady.blogspot.com/2013/07/keterampilan-mengelola-kelas.html diunduh pada 1 Mei 2020.

Hakim, N., Yudiyanto, Hakiki, P.R.L., & Soleha, S. (2020). Analisis Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa Tadris Biologi. JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi), 5 (1), 56-63. DOI: 10.31932/jpbio.v5i1.576.

Pusat Bahasa Departemen pendidikan Nasional. 2001 Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Rofiq, M. Anuar. 2009. Pengelolaan Kelas. Malang: Departemen Pendidikan Nasional.

Rohani, Ahmad & Abu Ahmadi. 1991. Pedoman penyelenggaraan Administrasi Pendidikan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.

Rusman. 2017. Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sadikin, A., & Hakim, N. (2019). Buku Ajar Berbantuan Model Pembelajaran Everyone is A Teacher Here: Upaya Meningkatkan Keterampilan Dasar Mengajar Calon Guru Biologi. Assimilation: Indonesian Journal of Biology Education, 2(2), 47-51. https://doi.org/10.17509/aijbe.v2i2.19249

Sadikin, A., Aina, M., & Hakim, N. (2018). PENERAPAN ASESMEN BERBASIS PORTOFOLIO DAN JURNAL BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA  PADA  MATA  KULIAH  PERENCANAAN  PENGAJARAN
BIOLOGI.  BIODIK,   2(2),  50  -   61.  https://doi.org/10.22437/bio.v2iNo
2.4907.
Sadikin, Ali dan Nasrul Hakim. 2017. Dasar Dasar dan Proses Pembelajaran Biologi. Jambi: Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi.
Syaiful Bahri Dzamarah. 2005. Guru dan Anak Didik dalam interaksi Edukatif Suatu Pendekatan Teoritis Psikologis. Jakarta: Rineka Cipta.
Wahyudi, Didi. “Keterampilan Mengelola Kelas.” Dalam https://areknerut.wordpress.com/2012/12/30/keterampilan-mengelola kelas/ diunduh pada 1 Mei 2020.
Wartono. 2003. Keterampilan Dasar Mengajar. Malang: Universitas Kanjuruhan Malang.





*Sumber: https://www.academia.edu/43217554/Makalah_Keterampilan_Mengelola_Kelas


Tag : Lainnya
0 Komentar untuk "Keterampilan Mengelola Kelas"

Back To Top