Kontrol Proses Statistik(Statistical Process Control)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Statistical process control (SPC) merupakan suatu strategi, teknik dan tindakan yang diambil oleh sebuah organisasi untuk memastikan bahwa strategi tersebut menghasilkan produk yang berkualitas atau menyediakan pelayanan yang berkualitas. Statistical process control (SPC) juga dapat di definisikan sebagai suatu metodologi pengumpulan dan analisis data kualitas, serta penentuan dan interpretasi pengukuran-pengukuran yang menjelaskan tentang proses dalam suatu sistem industri, untuk meningkatkan kualitas dari output guna memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pelanggan.

Sebelum tahun 1900-an, industri AS umumnya memliki kekhasan dengan banyaknya took kecil yang menghasilkan produk-produk sederhana, seperti lilin atau perabotan. Para pekerja dapat menjamin mutu kerjanya terhadap bahan, keahlian dalam pembuatan, serta penyesuaian dan pencocokan yang selektif. Pada awal tahun 1900-an beberapa pabrik mulai bermunculan, dimana orang-orang dengan pelatihan yang terbatas di bentuk ke dalam lini-lini perakitan yang besar.

Selain itu pada tahun 1920-an, Dr. Walter A. Shewhart, dari Bell Telephone Laboratories, mengembangkan konsep-konsep pengendalian mutu secara statistik (statistical quality control). Ia memperkenalkan konsep “pengendalian” mutu dari sebuah produk yang sedang diproduksi, berbeda dengan pemeriksaan mutu produk setelah produk tersebut diproduksi. Demi mencapai tujuan dari pengendalian mutu, Shewhart mengembangkan teknik pembuatan diagram untuk mengendalikan pelaksanaan proses produksi perusahaan. Selain itu juga, ia memperkenalkan konsep dari inspeksi sampel statistik untuk mengukur kualitas produk yang sedang diproduksi. Konsep ini menggantikan metode lama dari pemeriksaan setiap bagian produksi setelah produk diselesaikan di dalam pelaksanaan produksi.

Kemudian konsep statistical quality control (SPC) kemudian dikembangkan lagi oleh Dr. W . Edwards Deming yang memperkenalkan SPC ke industri jepang setelah Perang Dunia ke II. Setelah adopsi implementasi awal yang sukses oleh perusahaan-perusahaan jepang, kini telah dipraktikan oleh seluruh organisasi di seluruh dunia bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk dengan mengurangi variasi proses.

Dr. Walter A. Shewhart mengidentifikasi dua sumber variasi proses: variasi peluang yang melekat dalam proses dan stabil dari waktu ke waktu, variasi yang ditugaskan atau tidak terkontrol yang tidak stabil dari waktu ke waktu artinya hasil peristiwa khusus di luar sistem. Dr. Deming melabel ulang variasi peluang sebagai variasi penybab umum dan variasi yang dapat ditetapkan sebagai variasi khusus.

Berdasarkan pengalaman dua pakar tersebut dengan banyak jenis data proses, dan didukung oleh undang-undang statistic dan probabilitas. Dr. Shewhart Menyusun diagram control (control charts) yang digunakan untuk memplot data dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi variasi penyebab umum dan variasi penyebab khusus.

1.2 Rumusan Masalah
a. Apa itu Statistical Quality Control?
b. Apa Tujuan dari penerapan Statistical Quality Control?
c. Ada berapa jenis variasi dalam sebuah proses ?
d. Apa itu Control chart?
e. Ada berapa jenis Control

1.3 Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dalam penyusunan  makalah ini:
a. untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Quality Management System. 
b. Untuk memberikan informasi dan menambah wawasan bagi pembaca tentang Statistical Quality Control.
c. Untuk mengetahui dan memahami tentang tujuan dari penerapan Statistical Quality Control.
d. Untuk mengetahui dan memahami tentang jenis variasi dalam sebuah proses.
e. Untuk mengetahui dan memahami tentang Control chart.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan Penerapan  Statistical Quality Control
Statistical process control (SPC) merupakan sekumpulan strategi, teknik dan tindakan yang diambil oleh sebuah organisasi untuk memastikan bahwa strategi tersebut menghasilkan produk yang berkualitas atau menyediakan pelayanan yang berkualitas. Statistical process control (SPC) juga dapat di definisikan sebagai suatu metodologi pengumpulan dan analisis data kualitas, serta penentuan dan interpretasi pengukuran-pengukuran yang menjelaskan tentang proses dalam suatu sistem industri, untuk meningkatkan kualitas dari output guna memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pelanggan.

Beberapa penerapan yang bisa didapatkan dari Statistical process control (SPC) bagi suatu perusahaan:
Pengendalian proses statistik metode pengambilan sampel dan statistik untuk memantau kualitas proses yang sedang berlangsung seperti operasi produksi. Tampilan grafis yang biasa disebut diagram control memberi dasar untuk memutuskan apakah variasi dalam output dari suatu proses disebabkan oleh sebab-sebab umum (variasi yang terjadi secara acak) atau karena sebab-sebab yang dapat ditentukan yang tidak biasa. Kapan pun penyebab yang dapat ditentukan dan diidentifikasi,keputusan dapat dibuat untuk menyesuaikan proses untuk mengembalikan hasilnya ketingkat kualitas yang dapat diterima.
Statistical process control (SPC) membantu organisasi memantau proses secara terus menerus.
Tujuan dari diagram control adalah untuk menunjukan kapan proses berfungsi sebagaimana yang dimaksud dan kapan tidak.
Beberapa tindakn korektif yang tepat perlu diambil jika perlu.
Dalam lingkungan manufaktur , Alat SPC digunakan untuk peningkatan volume produksi secara terus menerus serta kualitas yang mengarah untuk mancapai keunggulan manufaktur. 

Kontrol Proses Statistik(Statistical Process Control)

2.2 Jenis-jenis variasi
Dalam setiap proses produksi, hal yang perlu dipahami adalah setiap produk ataupun jasa yang dihasilkan tidak akan 100% sama. Hal ini karena adanya variasi selama proses produksi berlangsung. Adanya variasi merupakan hal yang normal dan wajar, namun akan berpengaruh pada kualitas produk sehingga perlu dikendalikan.

Variasi didefinisikan sebagai ketidakseragaman produk atau jasa yang dihasilkan. Variasi dapat pula didefinisikan sebagai produk atau jasa yang dihasilkan tidak memenuhi spesifikasi standard yang telah ditetapkan. Variasi dikelompokkan menjadi 2 jenis:

2.2.1 Variasi Terkendali (Controllable Variation) 
Variasi terkendali adalah variasi yang dapat dikendalikan atau variasi yang dapat dihilangkan atau diminimalisir jika dilakukan aktifitas perbaikan. Variasi jenis ini biasanya bersifat stabil, konsisten, kemungkinannya random, terprediksi, terjadi secara alamiah, inheren, sebab-sebab acak. Contoh jenis variasi ini adalah kurang homogennya bahan baku, kurang cermatnya operator dan lain-lain.

2.2.2 Variasi Tidak Terkendali (Uncontrollable Variation) 
Variasi tidak terkendali adalah variasi yang tidak dapat dikendalikan. Variasi jenis ini biasanya bersifat tidak stabil, tidak konsisten, tidak terprediksi, dan umumnya terjadi karena faktor alam atau lingkungan,sehingga menyebabkan abnormalitas terhadap sistem dan dapat diperbaiki secara lokal. Contoh variasi jenis ini adalah kelembaban udara, suhu ruangan yang berubah-ubah, perubahan tegangan listrik, dan lain-lain.

2.3 Control Chart
Control Chart atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan “Peta Kendali” adalah salah satu alat yang digunakan oleh Produksi untuk mengendalikan Proses Produksi secara Statistik atau lebih dikenal dengan Istilah Statistical Process Control (SPC). Control Chart (Peta Kendali) juga merupakan salah satu alat dari 7 alat Pengendalian Kualitas (QC 7 Tools) yang sudah dikenal umum.

Control Chart pertama kalinya diperkenalkan oleh Dr. Walter Andrew Shewhart yang bekerja untuk Bell Telephone Laboratories Amerika Serikat ini bertujuan untuk mengurangi variasi dalam Proses Produksi dan untuk mendeteksi penyebab khusus (special cause / unnatural Cause) yang mengakibatkan terjadinya Variasi. Metodologi Six Sigma menggunakan Control Chart (Peta Kendali) di tahap “Control” untuk mengendalikan Proses yang telah diperbaiki atau ditingkatkan (Improvement).

Control Chart atau Peta Kendali yang paling sering dipakai dalam Produksi pada umumnya terdiri dari 7 Jenis Control Chart dan digolongkan menjadi 2 Kategori berdasarkan jenis data yang diukurnya. Berikut ini adalah Jenis-jenis Control Chart (Peta Kendali):

2.3.1 Variable Control Chart (Peta Kendali Variabel)
Variable Control Chart atau Peta Kendali Variabel ini digunakan untuk mengendalikan proses dengan Data Variabel seperti Panjang Kaki Komponen, Suhu Solder, Tegangan Power Supply, Dimensi Komponen dan Data-data variabel lainnya. Jenis-jenis Control Chart ini diantaranya adalah Xbar – R Chart, Xbar – s Chart dan I – MR Chart. Komponen penting yang terdapat dalam sebuah Control Chart adalah Batas-batas kendali (Control Limit) yang terdiri dari Upper Control Limit (UCL), Central Limit (CL), dan Lower Control Limit (LCL).
a. Xbar – R Chart
Xbar – R Chart adalah Peta kendali untuk mengendalikan proses berdasarkan Rata-rata (Xbar) dan Range (R). Xbar – R Chart digunakan apabila ukuran sampel yang dikumpulkan berjumlah lebih dari 2 dan kurang dari atau sama dengan 5 (2 < n ≤ 5) pada setiap set sampel data, Jumlah set sampel yang ideal adalah 20 – 25 set sampel.
b. Xbar – s Chart
Xbar – s Chart adalah Peta kendali untuk mengendalikan proses berdasarkan Rata-rata (X-bar) dan Standar Deviasi (s). Xbar-s Chart digunakan apabila ukuran sampel yang dikumpulkan berjumlah lebih dari 5 (n > 5) pada setiap set sampel data, Jumlah set sample yang ideal adalah 20 – 25 set sampel.
c. I – MR Chart (Individual Moving Range Chart)
I-MR Chart digunakan apabila data sampel yang dikumpulkan hanya berjumlah 1 unit. Chart jenis ini sering digunakan jika sampel yang diperiksa tersebut harus dimusnahkan (tidak dapat dipakai kedua kalinya) atau pada produk yang berharga tinggi.

2.3.2 Attribute Control Chart (Peta Kendali Atribut)
Attribute Control Chart atau Peta Kendali Atribut ini digunakan untuk mengendalikan proses dengan menggunakan Data Atribut seperti Jumlah unit yang Gagal Produksi (Reject), Jumlah ketidakhadiran karyawan, Jumlah Komponen yang defective dan lain sebagainya. Pada dasarnya, Data Atribut adalah Data yang hanya memiliki 2 nilai atau pilihan seperti OK atau NG, Hadir atau Absen, dan Komponen Baik atau Komponen Defective. Jenis-jenis Control Chart ini diantaranya adalah np-Chart, p-Chart, c-Chart dan u-Chart.
a. np-Chart
np-Chart adalah Control Chart (Peta kendali) yang berfungsi untuk mengukur jumlah defective (kegagalan/cacat) pada produksi. np-Chart digunakan apabila jumlah sampel (sample size) yang dikumpulkan adalah konstan atau tetap. Ukuran sampel (sample size) sebaiknya berjumlah lebih dari 30 (n>30) dan harus konstan (tetap) dari waktu ke waktu sedangkan Jumlah Set sampel yang ideal adalah sekitar 20 – 25 set sampel.

b. p-Chart
np-Chart adalah salah Jenis Control Chart (Peta Kendali) yang berfungsi untuk mengukur proporsi defective (kegagalan/cacat) pada produksi. Sebagai contoh, jika ada 10 unit yang cacat dari 100 unit yang di inspeksi, maka proporsi produk cacat adalah 10/100=0,10. p-Chart digunakan apabila jumlah sampel (sample size) yang dikumpulkan adalah tidak konstan atau tidak tetap. Ukuran sampel (sample size) sebaiknya lebih dari 30 (n>30) dan Jumlah Set sampel yang ideal adalah sekitar 20 – 25 set sampel.
c. c-Chart
c-Chart adalah jenis Control Chart (Peta Kendali) yang berfungsi untuk mengukur banyaknya jumlah defect atau ketidaksesuaian yang terdapat dalam unit yang diproduksi. c-Chart digunakan apabila jumlah kesempatan yang defect adalah konstan atau tetap.
d. u-Chart
Sama seperti c-Chart, u-Chart digunakan untuk mengukur banyaknya jumlah defect atau ketidaksesuaian dalam unit yang diproduksi. Penggunaan u-Chart apabila jumlah kesempatan yang defect adalah non-konstan atau tidak tetap.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Statistical Process Control (SPC) merupakan teknik penyelesaian masalah yang digunakan sebagai pemonitor, pengendali, penganalisis, pengelola, dan memperbaiki proses menggunakan metode – metode statistik untuk meningkatkan kualitas dari suatu output guna memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pelanggan. Selain itu, Dalam setiap proses produksi, hal yang perlu dipahami adalah setiap produk ataupun jasa yang dihasilkan tidak akan 100% sama. Hal ini karena adanya variasi selama proses produksi berlangsung. Sehingga diperlukan alat yang digunakan oleh Produksi untuk mengendalikan Proses Produksi secara Statistik atau yang biasa disebut dengan istilah Control Chart. Adapun manfaat lainnya ialah untuk mengurangi variasi dalam Proses Produksi.



DAFTAR PUSTAKA

https://ichwandezone.wordpress.com/2014/11/08/pengetahuan-tentang-statistical-process-control/
https://wave20.blogspot.com/2019/03/statistical-process-control-spc-pengertian-tujuan-dan-cara-implementasi.html
https://sites.google.com/site/kelolakualitas/Control-Chart
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/63555/Chapter%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y



*Sumber: https://www.academia.edu/44102660/MAKALAH_STATISTICAL_PROCESS_CONTROL


Tag : Lainnya
0 Komentar untuk "Kontrol Proses Statistik(Statistical Process Control)"

Back To Top